Pemanfaatan Pengembangan Teknologi di Kabupaten Lamongan

Pada 10 mei 2008 tim SEAMOLEC serta tim Telkom sudah berada di Kabupaten Lamongan untuk melakukan sosialisasi program PJJ S1 PGSD yang dibawakan oleh SEAMOLEC (Penulis) dan program Schoolnet yang dimiliki oleh telkom.

Acara yang berlangsung di SDN Jetis 6 Lamongan di hadiri oleh 190 peserta wakil dari sekolah SD, SMP dan SMA (sederajat) yang berada di kabupaten lamongan, selain itu juga dihadiri dan dibuka oleh Kepala Dinas Kabupaten Lamongan.

Acara di mulai jam 9 pagi waktu setempat, setelah acara resmi dibuka oleh kepala Dinas maka pengenalan SEAMOLEC dengan terlebih dahulu di awali oleh video sambutan oleh direktur SEAMOLEC, ruangan yang baik serta banyaknya peserta membuat antusias peserta sangat tinggi dalam mengikuti acara yang ada.

Pada saat penulis memberikan penjelasan tentang PJJ S1 PGSD peserta sangat memperhatikan, ini disebabkan banyaknya guru SD di Kabupaten Lamongan Yang belum S1. Sedangkan penjelasan tentang Mitra 500 mendapatkan respon yang cukup baik dengan ditandai oleh banyak pertanyaan tentang persyaratan untuk bergabung, terutama sekolah mereka yang telah mempunyai lab computer yang baik, akan tetapi jaringan internet yang berada di beberapa peloksok sangat terbatas.

Beberapa pertanyaan tentang PJJ S1 PGSD banyak tentang ketidak mampuan mereka dalam ICT, penulis sebagai nara sumber memberikan informasi bahwa pada program ini akan diadakan residensial dalam waktu satu bulan di provider tiap semesternya, pada saat itu para mahasiswa diajarkan penggunaan ICT.

4 Balasan ke Pemanfaatan Pengembangan Teknologi di Kabupaten Lamongan

  1. Sutrisno mengatakan:

    Kegiatan workshop pemanfaatan TI tampaknya kurang sosialisasi. Kurangnya sosialisasi tersebut tampak pada gambatr di atas, banyak bangku kosong. Justru guru-guru TIK yang berkepentingan dengan workshop tersebut tidak pernah memperoleh pelatihan yang memadai.

  2. muhasan mengatakan:

    wah. kalau bangku kosong itu bukan kurangnya sosialisasi,bisa juga kurangnya kesadaran dari para guru TIK diwilayah lamongan.sehingga mau diberi teknologi ya……ini kan jaman masih jaman batu mas….he….he….jadi mending ngurusin jualan sambel goreng dari pada ikut pelatihan. ya kan maaaasssssss

  3. M.N. Ibad, S Pd mengatakan:

    mohon seamolek menyelenggarakan pelatuhan TIK lagi di SMP Negeri 1 Deket Lamongan sebagai pembekalan proses pembelajaran berbasis ICT

  4. Inas Suroya mengatakan:

    kalau kegiatan IT di sekolah-sekolah ingin fokus, sebaiknya ditunjuk tenaga khusus yang kerjanya menangani IT khususnya dalam hal Data Base, Jaringan, dan pengelolaan Website, Blog, E-Mail dan sejenisnya. Tenaga khusus bisa dari guru atau bukan. Kalau dari guru harus dibuat aturan baru, Jam mengajar guru tsb. sedikit saja, sedangkan kegiatan IT nya yg lebih banyak. Tetapi kegiatan tsb. tetap dihitung sebagai jam mengajar. Wajarlah kalau ada sesuatu yg baru, dibuat juga aturan baru untuk mengakomodasi. Kalau penanganan IT di sekolah-sekolah tetap seperti sekarang, hanya ditangani sambilan, sulit kiranya IT kita akan maju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: