Workshop di Kabupaten Pamekasan dalam Pemanfaatan ICT untuk Pendidikan dan Sosialisasi S1 PJJ PGSD

26 Mei, 2008

Dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2008 Jam 8 .00 sd. selesai

Jumlah peserta 70-an orang

Tempat pelaksanaan SMKN 3 Pamekasan

Acara dibuka Kepala Dinas PdanK Kab.Pamekasan Drs.M.Yusuf Suhartono, M.Pd

Dalam sambuannya beliau mengungkapkan sbb di era TI merupakan tuntutan utk bisa menguasai TI karena bila tidak menguasai TI akan tertinggal. TI bila dimanfaatkan optimal akan bisa mengetahui dunia secara gloal. Contoh singapore yg tdk punya sumber daya alam tetapi kaya raya krn menguasai TI, walo sebenarnya seperti makelar menjual informasi. Permasalahan yg ada di indonesia sdh bisa diketahui singapore krn informasinya bisa mrk ketahui. Dengan mencari dan mengetahui kelemahan negara lain dapat diolah sedemikian rupa seolah2 kebohongan menjadi kebenaran. Jadi wajar bila dinas pdan k senantiasa meminta kepsek dan guru uk menguasai TI sehingga tidak mudah dikibuli. Jadi berharap peserta bisa mengikuti secara seksama paling tidak mengenal TI tidak sebagai makluk asing.

FAQ

1. Pemerataan pendidikan.. sertifikasi dianggap syah bila keluaran dari seamlec… bgmn dng lembaga lain yg tidak terjangkau… di daerah lain kan ada universitas apakah tidak mematikan daerah

2a. workshop spt ini bila tidak ada follow up akan percuma… sdh dapt speedy tapi tidak ada realisasi .. yg penting konsep dan aplikasi di lapangan

2b. tertarik ttg distance learning ternyata monopli UT dan mitra2nya. Ttp di luar banyak distance learning yg diakui pemerintah… barangkali ada kesempatan bagi pts utk melaksanakn distance learning. PR pemerintah memberi pelatihan utk guru agar mengenal ti

Biaya pancingan utk subsidi speedy mhn digratiskan

Sekolah yg terbelakang tp ada guru yg berpengalaman… bgmn dg internet gratis… program2 microsoft tdk bagus yg bagus aplle leopard.. windows bila ingin bagus kalo bisa menggunakan satelit tidak pakai tabel

Intervensi Bill Gates di indonesia seakan2 sbg buron n merazia software non original bila sampai masuk ke sekolah bagaimana ? bisa kah di back up oleh pusat agar tdk masuk sekolah

Agar sesuai dng judul…. masalah di SD msh blom punya komputer shg pemanfaatannya blm nampak, kalau bisa SD diberi bantuan komputer


Kabupaten Mojokerto dalam Workshop Pemanfaatan ICT dan Sosialisasi S1 PJJ PGSD

17 Mei, 2008

Setelah beberapa kali belum ada kepastian, karena pergeseran Kepala Dinas Pendidikan maka terlaksana juga.

Dilaksanakan Sabtu, 17 Mei 2008, Jumlah peserta 90 orang

Tempat Aula Dinas Pendidikan Kab.Mojokerto

Acara sebagai berikut :

Laporan ketua Panitia oleh Kaba Gren

Dasar pelaksanaan kegiatan dan jadwal kegiatan

Sambutan Kepala Dinas

Drs. Affandi Abdul Hadi, SH, M.Pd.

Kegiatan penunjang untuk mengembangkan visi dan misi dalam implementasi dlm kehidupan sehari2 di bidang pendidikan. Indikasi bahawa percepatan teknologi informasi tidak dpt dibendung. Banyak yang gaptek. Workshop ini adalah pembekalan utk design program dan aplikasi. Sbg manajer bkn operator diharapkan dpt mengoperasikan peralatan dng sebaik2nya. Di dinas dirancng utk bisa interkoneksi antar cabang, sdh dianggarkan dan mudah2an dpt terlaksana. Narasumber bisa dioptimalkan dlam hal interaksi, peserta dpt mengembangakn di sekolah. Asas manfaat sangat penting. TI .

Peserta sangat antusias mengcopy file presentasi, karena diberikan waktu pertanyaan khusus hanya 3 orang yang bertanya secara resmi. akan tetapi mereka banyak yang tanya tidak resmi saat istirahat.

Ternyata mental bertanya di depan umum perlu juga di asah, nyatanya ada yang malu bertanya…. walau seorang kepala sekolah…

yah maklum……


Kabupaten Sumenep Madura Jatim, daerah yang pas untuk PJJ

14 Mei, 2008

Melanjutkan perjalanan roadshow setelah Kabupaten Sampang yang seharusnya roadshow di Kabupaten Pamekasan namun dibatalkan karena ketidaksiapan dari peserta yang diinformasikan pada saat telah menginjak Surabaya. Sebelumnya, tim kembali ke Surabaya terlebih dahulu karena ada waktu 2 hari yang tersisa sebelum dilaksanakan di Sumenep pada hari Senin, 12 Mei 2008.

Baca entri selengkapnya »


Buku Panduan Pelatihan Teknisi Mitra SEAMOLEC

12 Mei, 2008

 

PENDAHULUAN

Pendidikan berbasis komputer maupun jaringan berbasis Information and Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era globalisasi sudah merupakan kebutuhan yang mendasar. Infrastruktur dan budaya TIK merupakan syarat utama dalam memacu perkembangan TIK di antara pelaku TIK, termasuk penyedia, perancang, dan pemakai TIK. Pendidikan yang diselenggarakan berbasis komputer (computer-based education), merupakan alat interaksi manajemen dan administrasi pendidikan, yang dapat digunakan baik oleh dosen maupun oleh administrator. Tahap berikutnya adalah computer-assisted learning, di mana program-program tutorial dan simulasi komputer sebagai program “stand alone”  dapat digunakan di komputer mana saja oleh siswa. Sementara itu, e-supported education menawarkan pemanfaatan teknologi informasi, biasanya berbasis jaringan lokal (local area network) untuk ruang lingkup yang lebih luas, misalnya basis data mahasiswa, basis data perpustakaan, basis data administratif, dll. yang saling berhubungan satu sama lain. 

Baca entri selengkapnya »


Buku Panduan Pelatihan Pengajar/Tenaga Pendidik untuk SEAMOLEC Mitra

12 Mei, 2008

(ditulis oleh: Dani Purnama Hermawan)

PENDAHULUAN

Pendidikan berbasis komputer maupun jaringan berbasis Information and Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era globalisasi sudah merupakan kebutuhan yang mendasar. Infrastruktur dan budaya TIK merupakan syarat utama dalam memacu perkembangan TIK di antara pelaku TIK, termasuk penyedia, perancang, dan pemakai TIK.

Pendidikan yang diselenggarakan berbasis komputer (computer-based education), merupakan alat interaksi manajemen dan administrasi pendidikan, yang dapat digunakan baik oleh dosen maupun oleh administrator. Tahap berikutnya adalah computer-assisted learning, di mana program-program tutorial dan simulasi komputer sebagai program “stand alone”  dapat digunakan di komputer mana saja oleh siswa. Sementara itu, e-supported education menawarkan pemanfaatan teknologi informasi, biasanya berbasis jaringan lokal (local area network) untuk ruang lingkup yang lebih luas, misalnya basis data mahasiswa, basis data perpustakaan, basis data administratif, dll. yang saling berhubungan satu sama lain. 

Baca entri selengkapnya »


Bab 1 – SEAMOLEC dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)

12 Mei, 2008

(ditulis oleh: Dina Mustafa & Dani Purnama Hermawan)

1.1 Latar Belakang

Visi Departemen Pendidikan Nasional menekankan pada pendidikan yang bersifat transformatif., yang menempatkan kegiatan dan agen kependidikan sebagai katalis perubahan masyarakat Indonesia dari tradisional menjadi lebih maju dan siap menghadapi perubahan dalam semua aspek kehidupan yang berlangsung dengan cepat. Perubahan yang cepat tersebut mengharuskan masyarakat untuk menjadi masyarakat berbasis pengetahuan di mana peran pengetahuan dan teknologi menjadi penting. 

Baca entri selengkapnya »


Bab 2 – Standar Program Pendidikan Jarak Jauh SEAMOLEC

12 Mei, 2008

(ditulis oleh: Dina Mustafa & Dani Purnama Hermawan)

Untuk setiap program PJJ yang ditawarkan diharapkan telah melalui tahap pengembangan program sesuai dengan model pengembangan program pembelajaran/pelatihan yang baku untuk setiap institusi, yaitu melalui tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi evaluasi and revisi. Program PJJ yang ditawarkan dapat secara tatap muka, model hybrid, yaitu gabungan antara tatap muka dan jarak jauh berbasis TIK, atau 100 % jarak jauh berbasis TIK. 

Baca entri selengkapnya »