Bab 1 – SEAMOLEC dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)

(ditulis oleh: Dina Mustafa & Dani Purnama Hermawan)

1.1 Latar Belakang

Visi Departemen Pendidikan Nasional menekankan pada pendidikan yang bersifat transformatif., yang menempatkan kegiatan dan agen kependidikan sebagai katalis perubahan masyarakat Indonesia dari tradisional menjadi lebih maju dan siap menghadapi perubahan dalam semua aspek kehidupan yang berlangsung dengan cepat. Perubahan yang cepat tersebut mengharuskan masyarakat untuk menjadi masyarakat berbasis pengetahuan di mana peran pengetahuan dan teknologi menjadi penting. 

Saat ini masyarakat Indonesia dianggap belum sepenuhnya mampu memanfaatkan perubahan pengetahuan dan teknologi yang berlangsung terus menerus, sebagai potensi utama untuk menggerakkan kemajuan masyarakat di berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian sistem pendidikan di Indonesia diharapkan mampu secara terus menerus memfasilitasi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk menjawab kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan diharapkan dapat menyiapkan peserta didik untuk mampu mengembangkan diri mereka menjadi masayarakat yang berbudaya, dengan cara menciptakan atmosfer pendidikan yang mendukung dan proses-proses pembelajaran lain yang kreatif yang melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang mencerahkan.

Strategi Depdiknas untuk mencapai visi yang telah diuraikan di atas adalah dengan meluaskan akses ke semua jenjang, jenis dan bentuk  pendidikan bagi masyarakat yang memerlukannya. Perluasan tersebut dicapai bukan hanya dengan membangun institusi pendidikan baru tetapi dengan meluaskan kapasitas institusi yang telah ada. Salah satu cara perluasan tersebut adalah dengan mengizinkan institusi pendidikan dan pelatihan untuk menerapkan sistem dual mode, yaitu pendidikan tatap muka dan jarak jauh yang keduanya menerapkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran di samping mengembangkan kemampuan TIK sebagai bidang studi. Institusi pendidikan dan pelatihan diharapkan mampu mengembangkan berbagai program pendidikan formal maupun non formal, termasuk politeknik, vokasional, profesional, serta program yang menunjang kegiatan belajar seumur hidup bagi masyarakat yang menginginkannya.

Dengan dibukanya kesempatan bagi institusi pendidikan formal, non-formal dan informal untuk menawarkan program pendidikan secara jarak jauh yang memanfaatkan TIK, maka dirasakan perlu untuk mengembangkan standar untuk menjamin mutu dari kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh insititusi-insitusi tersebut. Standar tersebut diharapkan dapat menjadi panduan pelaksanaan program pembelajaran jarak jauh yang ingin diselenggarakan oleh suatu institusi

1.2 SEAMOLEC

SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) merupakan salah satu pusat yang didirikan oleh SEAMEO pada tanggal 27 Februari 1997. Tugas utama SEAMOLEC adalah membantu berbagai institusi dan negara, terutama di Asia Tenggara, dalam mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan dan menemukan solusi alternatif melalui pemanfaatan PJJ terutama yang berbasis TIK. Kegiatan SEAMOLEC meliputi pemberdayaan institusi pendidikan dalam pengembangan PJJ yang berbasis teknologi komunikasi dan informasi melalui penelitian dan pengembangan, pelatihan, konsultasi, dan penyediaan jaringan tenaga ahli di bidang PJJ yang berbasis TIK.

Visi

Menjadi pusat keahlian dalam bidang PJJ

Misi

  1. Membantu berbagai institusi dan negara, terutama di Asia Tenggara, dalam mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan dan menemukan solusi alternatif melalui pemanfaatan PJJ.
  2. Melayani dan bersinergi dengan institusi pendidikan dan pelatihan dalam pencapaian satu juta klien pada 2010

Tujuan

SEAMOLEC bertujuan untuk menjalankan beragam program responsif dan relevan terhadap berbagai tantangan nasional maupun regional dalam bidang PJJ. Untuk mencapai tujuan tersebut, program yang dijalankan SEAMOLEC berfungsi untuk:

  1. Mendiseminasi informasi tentang PJJ serta pemanfaatan teknologi dalam PJJ
  2. Mengembangkan kerjasama dengan institusi nasional dan regional dan dengan pusat-pusat lain di bawah SEAMEO 
  3. Menyediakan beragam pelatihan dalam bidang PJJ yang berbasis TIK
  4. Melakukan analisis kebutuhan, penelitian dan pengembangan, serta evaluasi dalam bidang PJJ yang berbasis TIK
  5. Memfasilitasi pengembangan dan adopsi sistem pembelajaran dalam PJJ di Indonesia dan  di  Asia Tenggara
  6. Memfasilitasi kerjasama antar ahli bidang PJJ berbasis TIK.

Keanggotaan SEAMEO

Anggota SEAMEO dibagi menjadi tiga, yaitu;

  1. SEAMEO member Countries yang terdiri atas: Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste dan Vietnam.
  2. SEAMEO Associate Members yang terdiri atas: Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Norwegia dan Spanyol
  3. SEAMEO Affiliate Members:International Council for Distance Education (ICDE)

1.3 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)

Salah satu bentuk pendidikan atau pelatihan yang paling tua adalah proses magang (apprenticeship), yaitu seorang pemula belajar dengan bekerja pada pakar/ahli untuk dapat menguasai suatu pengetahuan atau keterampilan tertentu. Pada era komputer dan jejaring, maka batasan atau kendala tempat dan waktu untuk mendapatkan akses pada program dan proses pembelajaran dapat dihilangkan atau dikurangi seminimal mungkin. Komputer memungkinkan presentasi yang bersifat digital dari pengetahuan untuk pembelajaran, dan meningkatkan kecepatan untuk mendapatkan dan memproses informasi. Teknologi Komunikasi memungkinkan penyimpanan, transfer, dan berbagi informasi antar institusi yang tersebar di wilayah yang sangat luas dan berbeda  zona waktu. 

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini membuka peluang untuk berbagai alternatif dalam penyampaian pendidikan dan pelatihan. Secara khusus, perkembangan di teknologi telekomunikasi membawa kepada perkembangan peralatan pembelajaran yang berbasis TIK, yang memungkinkan penyampaian materi dan proses pembelajaran yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan demikian pada awal abad 21 ini kita menyaksikan pertumbuhan yang pesat dari jumlah institusi, baik milik pemerintah maupun swasta yang menawarkan program pendidikan dan pelatihan secara jarak jauh. Untuk negara-negara dengan jumlah penduduk yang besar seperti Indonesia, maka sistem PJJ ini menjadi menarik untuk menawarkan program pembelajaran kepada sejumlah besar peserta yang berada pada wilayah yang tersebar di seluruh wilayah negara yang luas, tanpa harus membangun fasilitas baru. Beberapa alasan yang menyebabkan sistem PJJ menjadi menarik sebagai alternatif memecahkan masalah keterbatasan ruang, waktu, dan sumber daya adalah sebagai berikut. 

Daya tampung sistem pendidikan tatap muka selalu terbatas sesuai dengan kemampuan ruang kelas, jumlah peralatan yang digunakan, dan ketersediaan serta kemampuan tenaga akademik dan administratif.

Sistem PJJ ini menarik bagi orang dewasa yang karena satu dan lain hal harus memperbaharui pengetahuan dan keterampilan, tetapi karena satu dan lain hal tidak dapat berpartisipasi pada sistem tatap muka. Mereka ini tersebar di seluruh wilayah negara.

Definisi Pendidikan Jarak Jauh 

Pendidikan Jarak Jauh adalah kegiatan pembelajaran/pelatihan yang disampaikan kepada individu peserta didik yang terpisah secara ruang dan waktu dengan dosen/instruktur/widyaiswara/tutor dengan memanfaatkan TIK. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari PJJ. Keterpisahan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta didik bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Keterpisahan dapat pula karena jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut.. Selain itu dalam PJJ juga menggunakan bermacam metode pembelajaran yang dikomunikasikan melalui media.  

Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem PJJ didasarkan pada keterpisahan antara peserta didik dan pengajarnya dalam ruang dan waktu, pemanfaatan (paket) bahan belajar yang dirancang dan diproduksi secara sistematis, ada fasilitasi untuk interaksi tenaga dosen dan peserta didik yang tidak terus menerus (non-contiguous), antara peserta didik dengan peserta didik, tutor, dan organisasi pendidikan melalui beragam media, serta adanya penyeliaan dan pemantauan yang intensif dari suatu organisasi pendidikan. Implisit dalam pengertian tersebut adalah kemandirian peserta didik dalam mengelola proses belajarnya melalui pemanfaatan beragam pelayanan, baik yang disediakan oleh organisasi pendidikan maupun yang tersedia di lingkungan sekitar, serta adanya proses perencanaan, pelaksanaan,  dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis oleh suatu organisasi pendidikan. 

Menurut kesepakatan komponen sistem pendidikan dapat digambarkan sebagai berikut

Untuk Kegiatan penjaminan mutu, maka proses yang dilakukan adalah sebagai berikut

Untuk pelaksanaan pendidikan terbuka dan jarak jauh ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu

  1. Access: provision of quality education everywhere needed
  2. Equity: provision of quality of education to everyone (education for all)
  3. Quality: standardized of quality education everywhere, everytime, for everybody

Sedangkan untuk indikator yang perlu diperhatikan yang sangat khas untuk sistem PTJJ  adalah:

  1. Quality of ODL = quality of face to face learning (knowledge, skills, attitude).  
  2. Economics of scale versus price for quality
  3. Networking  vs. self-sufficient
  4. Sustainability issue (massive versus focused)

Dengan memperhatikan uraian diatas maka standar yang akan dikembangkan sebaiknya memperhatikan hal-hal tersebut untuk dapat dijadikan rujukan bagi institusi yang ingin menyelenggarakan PTJJ.

Lebih jauh lagi Standar SEAMOLEC ini dikembangkan dalam rangka pengembangan SEA-EDUnet yang merupakan kerangka bagi network, konten pembelajaran dan mekanisme pelaksanaan dari program-program pembelajaran jarak jauh berbasis ICT dan berwawasan nasional dan regional (Asia Tenggara). 

SEA EDUNet terdiri dari tiga komponen sebagai berikut.

A. Network of Institutions

Jejaring institusi yang terlibat dalam dunia pendidikan dan pelatihan (formal, informal, nonformal, pada berbagai jenis dan jenjang) dapat menjadi anggota SEA EduNet ini. Dalam konteks SEAMOLEC maka insititusi tersebut terbagi menjadi:

  1. Mitra 100, yang merupakan personal, konsultan ekspert di Indonesia maupun ASEAN mengenai seamolec
  2. Mitra 150, yang merupakan institusi pendidikan tinggi di Asia Tenggara termasuk seamolec centre dan p4tk
  3. Mitra 500, yang merupakan institusi pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi pusat belajar bagi Mitra 150 atau sebagai pusat pelatihan pembelajaran berbasis TIK di kabupaten, sekoloah, tempat kursus yang sesuai standar seamolec (internet connection, program dll)

B. Konten Pembelajaran

Konten pembelajaran dapat merupakan program-program pembelajaran yang menunjang berbagai konsorsium program pendidikan terbuka dan jarak jauh, seperti:

  • Konsorsium Institusi yang menawarkan Program D3TKJ model PJJ
  • Konsorsium Institusi yang menawarkan Program Pariwisata model PJJ
  • Konsorsium Institusi yang menawarkan Program Gametechnology model PJJ
  • Konsorsium perguruan tinggi di Asia Tenggara yang berminat menawarkan program pembelajaran model PJJ ke Asia Tenggara
  • Program2 pelatihan dari berbagai lembaga

Konten pembelajaran dapat juga merupakan program-program pembelajaran yang dapat menunjang pengembangan profesionalisme guru, dosen atau masyarakat umum yang berminat. Konten tersebut dapat berupa RPP untuk sekolah dasar dan menengah, berbagai model pembelajaran untuk perguruan tinggi dan berbagai model  pelatihan yang diminati oleh masyarakat umum

C. Mekanisme Pelaksanaan 

  • Mekanisme Perencanaan dan Pengembangan materi program pembelajarana/pelatihan.
  • Mekanisme Proses pelaksanaan program pembelajaran/pelatihan secara hybrid, dengan kombinasi, tatap muka dan jarak jauh secara online dengan menerapkan sistem multicast, IPv6, SEA Radio
  • Mekanisme Evaluasi hasil dan proses
  • Monitoring dan Evaluasi Program 
  • Revisi dan pemeliharaan keberlangsungan program (tracer study)

SEAMOLEC Mitra

SEAMOLEC Mitra adalah yang menjalin kerja sama dengan SEAMOLEC untuk menyelenggarakan program pembelajaran jarak jauh berbasis TIK baik program perkuliahan maupun pelatihan. Sesuai dengan standar SEAMOLEC

Seamolec Mitra terdiri atas:

  • Institusi penyelenggara program pendidikan yang berhak memberi ijazah (degree granting institution) D3, S1, S2, S3. Jumlah institusi tersebut ditrgetkan sebanyak 100 institusi di Indonesia dan 50 institusi di Asia Tenggara. Muncul istilah Mitra 150
  • Institusi penyelenggara program pelatihan berbasis TIK seperti ICT Centre, KKG, MGMP, Diklat
  • SEAMEO centre lain di Asia Tenggara

Untuk menjadi SEAMOLEC Mitra selain harus memenuhi standar SEAMOLEC yang telah ditetapkan, juga akan dikenakan iuran tahunan.

Manfaat menjadi Mitra SEAMOLEC 

  • Menjadi anggota mailing list SEAMOLEC
  • Akses pada 3 terbitan SEAMOLEC pertahun, yaitu 2 laporan riset dan 3 publikasi SEAMOLEC info
  • Mendapat pelatihan gratis 2 kali satu tahun 
  • Dapat melakukan pelatihan modul2 SEAMOLEC di institusi masing-masing sesuai dengan peraturan yang berlaku. 
  • Dapat melakukan kolaborasi dengan SEAMOLEC melalui teknologi multicast.

PJJ pada dasarnya adalah proses pembelajaran secara jarak jauh, oleh karena itu proses pembelajaran menjadi penting untuk diuraikan karena akan menentukan kualitas hasil pembelajaran. Beberapa langkah yang dapat mempengaruhi proses dan hasil pembelajaran antara lain: 

  1. Pemilihan program berdasarkan kebutuhan.
  2. Pengemasan program pembelajaran yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang baik dan benar.
  3. Pengaturan waktu belajar, waktu tes, dan lain lain.
  4. Pemanfaatan secara efisien dan efektif berbagai bantuan belajar yang tersedia seperti, tutorial dan pembimbingan akademik dan konseling.
  5. Ketersediaan sistem yang mudah diakses oleh peserta didik untuk mendapatkan hal-hal yang tersebut pada butir 1 sampai dengan 4

6 Balasan ke Bab 1 – SEAMOLEC dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)

  1. Mochammad Lutfi mengatakan:

    Kami sangat terkesan dengan program dan kegiatan SEAMOLEC, dan kami mengetahui pada saat SEAMOLEC mengadakan kunjungan ke KIIC karawang dan pada saat itu kami diundang mewakili perusahaan.

    Dan komitmen kami juga ingin mengembangkan SDM masyarakat yang ada disekitar Perusahaan untuk itu kami perlu banyak belajar strategi dan juga teknis, serta ilmu dari SEAMOLEC.

    Salam

  2. dwi mengatakan:

    boleh tanya ga ni pak,,mulai dr mana biar tahapnya or programnya bs sukses?

  3. Budisastro mengatakan:

    apa masih jalan program PJJ-nya

  4. eskamto mengatakan:

    barangkali ada masukan bagi kami. sekolah dasar ndeso di ujung perbatasan jateng jabar. SD N Sarireja 02 Kec. Tanjung Kab Brebes, npsn. 20326673. jumlah siswa 261. guru pns 2 orang. gtt. 5 orang dan ptt 1 orang. 90% S1 pendidikan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: